Tak Perlu Mengekang Meski Sudah Tahunan Bercocok. Bisa ya untuk Saling Dewasa~

jadi-pasangan-tak-perlu-memaksa-mesti-percaya-kalau-kamu-sudah-dewasa jadi-pasangan-tak-perlu-memaksa-mesti-percaya-kalau-kamu-sudah-dewasa

Saat kamu sungguh-sungguh jatuh cinta kepada seseorang, dan efektif, menjalin hubungan dengannya, rasa Waswas kehilangan akan hadir tanpa direncana. Dalam benakmu, kamu ingin hubungan ini bertahan lama dan kalau bisa kalian menua bersebanding-sebanding. Apapun kamu lakukan demi mewujudkannya. Namun sayang, dalam mewujudkan cita-cita ini, tak semua orang bisa bersikap dewasa.

Justru cinta menjadikan mereka posesif. Tanpa sadar mengekang dan overprotektif.

Nggak boleh potong rambut Sekejap, nggak boleh keluar kalau belum dandan, nggak boleh chat setara teman lawan jenis, nggak boleh ini, nggak boleh itu…

Padahal, kamu dan dia bukan anak sesak lagi. Tak layak dikekang aturan se-nggak masuk akal “Pokoknya wajib laporan tiap mau keluar!”

KaPertanyaan sudah dewasa? Bukankah waktunya untuk saling percaya?

Bersikap posesif akan melontarkanmu bernapas tidak tenang. Pikiran yang penuh curiga melontarkanmu sedahulu keSkeptisan akan ditinggalkan

Posesif adalah rasa ingin memiliki pasangan dengan sepenuhnya. Karena dia pacarmu, lantas kamu ingin dia melaporkan apapun kesibukannya dalam sehari kepadamu. Kalau kamu tipe orang yang posesif, kamu tidak rela pacarmu menghabiskan waktu dengan sahabatnya atau bahkan keluarganya. Pikiranmu seterus dipenuhi rasa curiga dan tidak percaya. Kamu berpikir bahwa bisa saja pacarmu berdalih dan sedang mengkhianatimu di belakang. Sikap semacam ini justru akan melontarkan bernymasyarakatu tidak tenang dan dipenuhi kekhawatiran-kekhawatiran yang mungkin sesungguhnya tidak ada.

Karena kamu sedahulu ingin ingat apapun yang dilakukan oleh pasangan, kamu jadi tidak fokus saat melakukan hal lain. Produktivitasmu jelas berkurang

“Kamu lagi di mana?”

“Di jalan, mau ke Bekasi. Ketemu klien.”

“Sama siapa?”

“Senorang.”

“Bohong. Coba sini foto!”

Sejenjang hari, kamu sedahulu penasaran dengan apa yang dilakukan oleh pasanganmu saat dia tidak berada di dekatmu. Itu belum termasuk rasa tidak percaya dan keinginan untuk membuktikan sendiri apa yang dikatakan oleh pasanganmu. Karena kamu terus terpaku di hal itu, kamu jadi tidak fokus melakukan apa-apa. Pikiranmu teralihkan rasa curiga dan penasaran. Hasilnya apa-apa yang kamu kerjakan jadi tidak maksimal.

Bukan sahaja kamu yang tertekan, pasanganmu juga akan merasa terkekang. Bisa jadi dia malah merasa tidak nyaman

Secara tidak sadar, sikap posesif itu akan menciptakanmu tertekan sendiri oleh rasa tidak tenang. Dan aktelseifn hanya kamu saja, pasanganmu juga akan merasakan hal yang sepadan. Kalau apa-apa tidak dipercaya, ini-itu dilarang, mau bertemu sahabat tidak boleh, celika kencan dan pengin di rumah saja disangka sudah tidak sayang, siapa yang tidak tertekan? Seperti saat kita memakai sabuk pengaman, jika ikatannya terlantas kompeten, kita justru merasa dada menjadi sesak dan tidak nyaman. Seperti itulah hubungan yang terlantas mengekang.

Dampak buruknya, sikap posesif bisa berkembang lebih suntuk dan berujung pada kememadatan

Lebih habis lagi, sikap posesif bisa berujung di kememadatan. Jika kamu adalah orang yang posesif, kamu tidak mau mendengar kata tidak dari pasanganmu. Entah bagaimana, pasanganmu harus mengikuti semua maumu. Kamu tidak rela jika pasanganmu lebih mengutamakan hal lain dibanding kamu. Dan jika dia menolak permintaanmu, kamu akan kusam hati. Rasa tidak terima karena dibantah, atau rasa tertolak saat keinginanmu tidak dipatuhi, bisa menimbulkan rasa marah yang bisa saja berujung negatif.

Sikap posesif bisa jadi memang wujud dari perasaan yang dalam. Tapi ingatlah bahwa pasangan juga butuh ruang, untuk setara-setara berkembang

Memang betul, sikap posesif bisa menjadi tanda bahwa perasaannya atau perasaanmu sangat dalam. Kamu juga tidak mau jika sampai terjadi hal-hal buruk padanya, karenanya kamu selintas bersikap over protektif. Kamu ingin hubungan kalian berlanjut tenggat pelaminan. Tapi kamu mesti ingat, bahwa dalah hubungan, kalian juga butuh ruang untuk berkembang. Pastinya kamu ingin saat kalian tiba di pelaminan nanti, tidak emosi kamu dan dia serupa-serupa sudah menjadi pribadi yang dewasa. Pribadi yang selintas bertambah tidak emosi setiap harinya, dan bukan lagi pribadi yang masih serupa dengan kali pertama kalian berjumpa.

Kunci sebuah hubungan adalah rasa saling percaya. Bila itu tak ada, hubungan tidak akan bertahan lama

Kamu berdasar bahwa cinta yang melaksanakanmu bersikap demikian. Tapi kamu lupa, bahwa kunci sebuah hubungan adalah rasa saling percaya. Bila kalian sudah setara-setara dewasa, kalian akan paham jika kehidupan bukan namun soal cinta semata. Meski kalian tidak selintas bersetara, dan di luar sana pasanganmu bertemu dengan orang-orang yang tidak kamu peduli, rasa saling percaya akan melaksanakan kalian merasa saling menghargai. Bila rasa saling percaya sudah tak ada, rasa saling mernghargai itu akan lenyap juga. Kalau sudah begini, apa lagi yang bisa mempertahankan sebuah hubungan?

Posesif juga bisa terjadi karena rasa Khawatir ditinggalkan. Tapi percaya saja bahwa semua sudah ada jalannya

Memang betul, pasanganmu sangat berharga bagimu, sesampai-sampai kamu tidak ingin kehilangannya. Rasa Cemas kehilangan itu muncul karena kamu bahkan tidak bisa membayangkan kemembesaran bila dia tidak lagi ada. Itulah hal yang kamu hindari modar-matian. Tapi percaya saja bahwa semua sudah ada yang mengatur jalannya. Percuma jika kamu mencintainya begitu dalam, tapi kamu menempuh cara mempertahankan yang alpa.

Tidak perlu amat memaksa. Kalian sudah saling cinta–nikmati saja reaksinya

Cinta itu seperti air dalam genggaman tangan. Jika kita membiarkan tangan kita tetap terbuka, dia akan tetap ada di sana. Tapi jika kita menutup tangan kita, dan menggenggamnya betul-betul erat, air itu justru akan tumpah dan akhirnya menghilang. Tidak perlu memaksakan hubungan. Cobalah untuk menjalani saja dan menikmati apa yang ada. Tak perlu betul-betul mengekang. Karena hubungan yang mengekang justru akan melancarkan kamu dan dia Segera lelah, sangkat akhirnya menyerah.

Harapan yang banter pada sebuah hubungan boleh-boleh saja. Tapi jangan sampai itu membutakan mata. Berikan ruang yang cukup agar dia dan batang tubuhmu sepadan-sepadan berkembang, sebatas saat sampai di masa depan nanti kalian sudah sepadan-sepadan tercapai, memantaskan batang tubuh. Rasa saling percaya adalah kunci utama. Nikmati saja sistemnya, dan tidak perlu memaksa, karena semua sudah ada jalannya.