Pengertian Pembatalan Perkawinan dan Prosedur Pengajuannya

pembatalan perkawinan pembatalan perkawinan
Setiap pasangan memang memiliki hak untuk mengajukan pembatalan perkawinan melalui pengadilan. Pembatalan pengajuan perkawinan ini tentu saja berbeda dengan sidang perceraian. Pasalnya, pembatalan pengajuan perkawinan ini bertujuan untuk mencegah adanya proses pernikahan yang telah diajukan kepada instansi berwenang. Jadi, pembatalan ini diperbolehkan untuk diajukan oleh siapapun yang sebelumnya telah melengkapi syarat pernikahan. Sehingga, rencana perkawinan akan dibatalkan dengan ketentuan-ketentuan tertentu. Jadi, pemohon tidak dapat serta merta membatalkan rencana pernikahan yang telah terdaftar pada Kantor Urusan Agama (KUA). Ada beberapa prosedur yang harus Anda lengkapi hingga dapat membatalkan pengajuan rencana pernikahan yang telah terdaftar. Jika tidak, maka pemohon tidak dapat membatalkan perkawinan dengan alasan-alasan tertentu. Oleh karena itu, ketahui apa saja syarat serta prosedur untuk mengajukan pembatalan pernikahan yang telah terdaftar pada KUA. Selain itu, ketahui juga akibat hukum pembatalan perkawinan sesuai dengan tata cara agama dan Negara. Syarat-Syarat untuk Mengajukan Permohonan Pembatalan Perkawinan Setiap orang yang mengajukan permohonan ini wajib melengkapi persyaratan sesuai dengan Undang-Undang Perkawinan. Jika tidak, maka pengajuan pembatalan pernikahan tidak akan diproses oleh pengadilan. Ada beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi calon kedua mempelai. Maka dari itu, ini dia persyaratan untuk mengajukan permohonan pernikahan di KUA. Diantaranya adalah sebagai berikut ini : Monogami Syarat pertama yakni monogami. Seseorang tidak dapat mengajukan pembatalan pernikahan jika pemohon menikahi lebih dari satu orang. Jadi, hanya pasangan monogami saja yang diperbolehkan untuk mengajukan permohonan pembatalan. Dan kemudian akan dilakukan persidangan pembatalan pernikahan jika semua persyaratan telah dilengkapi oleh pemohon. Berusia Dibawah Batas Minimal Pernikahan Syarat ketiga, Anda harus membuktikan bahwa kedua mempelai tidak cukup umur untuk membina rumah tangga. Sehingga, pernikahan harus dibatalkan karena melanggar Undang-Undang Perkawinan. Sebagai orang tua, Anda harus mewakili sang anak untuk mengajukan pembatalan perkawinan. Syarat ini hanya berlaku bagi calon mempelai yang berusia dibawah umur saja. Jika Anda telah berusia cukup dewasa, maka syarat ini tidak berlaku. Telah Disetujui oleh Kedua Pihak Syarat kedua, pengajuan pembatalan pernikahan ini harus mendapat persetujuan dari kedua belah pihak. Pengadilan tidak dapat memproses pengajuan permohonan pembatalan pernikahan jika masing-masing calon mempelai tidak menyetujui. Jadi, Anda harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh masing-masing calon mempelai untuk dijadikan sebagai pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara. Surat persetujuan ini dibuat atas dasar keinginan kedua belah pihak. Sehingga, tidak akan muncul masalah di kemudian hari karena proses pernikahan dibatalkan oleh kedua calon mempelai. Prosedur Pengajuan Permohonan Pembatalan Perkawinan Sesuai Undang-Undang Apabila Anda telah mengetahui persyaratannya, maka segera ajukan permohonan pembatalan pernikahan. Ada beberapa prosedur yang wajib Anda patuhi agar pengajuan pembatalan pernikahan segera diproses oleh instansi berwenang, termasuk pengadilan. Sebab, menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan ini menyebutkan bahwa pembatalan pernikahan ini memiliki hukum tetap setelah putusan sidang dari hakim di pengadilan. Jadi, pembatalan pernikahan ini sah setelah diputuskan oleh hakim. Maka dari itu, ketahui prosedur-prosedur pengajuan permohonan pembatalan pernikahan yang telah tercatat di KUA. Langkah pertama, segera lengkapi semua persyaratan untuk mengajukan pembatalan pernikahan. Sebab, beberapa contoh kasus pembatalan perkawinan dinyatakan gagal karena tidak melengkapi syarat yang dibutuhkan oleh hakim. Langkah kedua, silahkan melampirkan berkas-berkas tersebut ke pengadilan setempat. Lalu, pihak pengadilan akan mempelajari berkas dan syarat yang telah diajukan oleh pemohon. Kemudian, pemohon akan mendapat jadwal sidang di pengadilan terdekat. Langkah selanjutnya, Anda bersama pasangan diminta hadir ke persidangan pembatalan pernikahan. Kemudian, hakim akan mempertanyakan alasan masing-masing mengajukan permohonan tersebut. Dan juga, hakim akan memberikan sedikit nasehat mengenai pembatalan perkawinan menurut hukum islam. Jika Anda beserta pasangan telah memutuskan untuk membatalkannya, maka hakim akan menjatuhkan putusan berupa pembatalan perkawinan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Dan status perkawinan otomatis akan dicabut. Sehingga, perkawinan yang Anda laksanakan akan dihapuskan dari catatan Negara. Alhasil, pernikahan yang telah tercatat sebelumnya tidak diakui oleh Negara dan agama. Sesuai dengan Undang-Undang tentang pernikahan, masing-masing suami maupun istri dapat mengajukan permohonan pembatalan pernikahan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang ingin membatalkan pernikahan. Untuk dapat mengajukan permohonan tersebut, maka ketahui syarat dan prosedur pembatalan perkawinan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.